Goleti

Kamis, 19 April 2012

LAPORAN DIALEK DAERAH BREBES


Karakteristik bahasa Jawa Brebes dapat diamati dalam bidang fonologi, morfologi, maupun dalam bidang leksikon yang merupakan ciri khas bahasa tersebut. Hal ini disebabkan oleh keadaan geografis wilayah kabupaten Brebes yang berbatasan langsung dengan daerah-daerah lain yang menggunakan dialek berbeda. Daerah-daerah tersebut adalah sebelah selatan berbatasan dengan bahasa Jawa dialek Banyumasan, sebelah timur berbatasan Kabupaten/ Kota Tegal yang menggunakan bahasa Jawa dialek Tegalan, sebelah barat berbatasan dengan eks karesidenan Cirebon, sedangkan sebelah utara berbatasan dengan Laut Jawa. Disamping itu wilayah pemakaiannya berbatasan langsung dengan daerah-daerah yang berbatasan dengan bahasa Sunda yaitu di daerah kabupaten Brebes bagian selatan. Hal inilah yang menyebabkan bahasa Sunda memengaruhi bahasa Jawa Brebes terutama dalam bidang leksikon.
Bahasa Jawa Brebes banyak memyimpan ciri-ciri yang mirip dengan atau sama dengan bahasa Jawa Kuna yaitu dengan masih memelihara huruf akhir konsonan *-b, *-d, dan *-g misalnya tengkureb(tengkurap), lemud(nyamuk) dan wareg (kenyang). Untuk *-k misalnya pundak (pundak) dan jentik (jari), akhiran *-ek misalnya cecek (cicak). Ciri yang lain dalam hal suku kata, bahasa Jawa Brebes masih memelihara kata-kata yang bersuku kata tiga, seperti weringin (pohon beringin), dan kemiri (kemiri).
Dibandingkan dengan bahasa Jawa dialek Yogyakarta dan Surakarta, dialek Brebes banyak sekali bedanya. Perbedaan yang utama yakni akhiran 'a' tetap diucapkan 'a' bukan 'o'. Jadi jika di Solo orang makan 'sego' (nasi), di wilayah Brebes orang makan 'sega'. Selain itu, kata-kata yang berakhiran huruf mati dibaca penuh, misalnya kata enak oleh dialek lain bunyinya ena’, sedangkan dalam dialek Banyumasan dibaca enak dengan suara huruf 'k' yang jelas, itulah sebabnya bahasa Banyumasan dikenal dengan bahasa Ngapak atau Ngapak-ngapak.
Untuk lebih jelas, mari kita amati beberapa contoh dan tabel berikut ini:
  • padha, (sama) dalam dialek Brebes tetap diucapkan 'pada', seperti pengucapan bahasa Indonesia, tidak seperti bahasa Jawa wetanan (Yogyakarta, Surakarta, dan sekitarnya) yang mengucapkan podho.
  • saka, (dari) dalam dialek Brebes diucapkan 'saka', tidak seperti bahasa Jawa wetanan (Yogyakarta, Surakarta, dan sekitarnya) yang mengucapkan soko.
Tabel 1 (perbedaan pengucapan)                               
Dialek Brebes
Bahasa Jawa Standar
padha
podho
saka
soko
sega
sego
apa
opo
tuwa
tuwo
Tabel 2 (kesamaan ucapan pada kata dasar ditambah akhiran ne)
Kata Dasar
Dialek Brebes
Bahasa Jawa Standar
sega+ne
segane
segane, bukan segone
gatutkaca+ne
gatutkacane
gatutkacane, bukan gatutkocone
rupa+ne
rupane
rupane, bukan rupone

Senin, 12 Desember 2011

AKU


Iki aku
Aku dudu sapa-sapa
Aku tetep aku
Sak lawase yo tetep aku

            Ora ana sing bisa kaya aku
            Ora ana sing bisa dadi aku
            Ora ana sing bisa ngrubah aku
            Sak lawase yo tetep aku

Aku kang duwe sipat
Aku kang duwe kekarepan
Aku kang duwe rupa
Aku kang duwe rasa

            Aku yo kaya ngene
            Aku ora bisa kaya kowe
            Aku bakal tetep dadi aku
            Nganti sak lawase